Dosa Jariyah (setelah mati Dosa mengalir terus)
Jika kita tidak punya amal jariyah, maka pastikanlah kita tidak mempunyai dosa jariyah setelah kematian. Sangat rugi, jika kita ,mati membawa dosa jariyah, dosa yang terus mengalir sampai Hari kiamat. Contohnya:
1. Pernah share video/photo porno sebelum sempat bertaubat ia sudah mati.
2. Mengajarkan hal buruk dan memberikan contoh buruk.
Sebagaimana amal jariyah maka ada dosa jariyah, dalam hadits disebutkan
"Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan yang baik dalam islam maka baginya pahala dari perbuatannya itu dan dari orang yang melakukannya sesudah (mencontohnya) tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan yang buruk dalam islam maka baginya dosa dari perbuatannya itu dan dari orang yang melakukannya sesudah (mencontohnya) tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun"
Allah juga berfirman bahwa orang yang mengajarkan atau mencotohkan perbuatan dosa, ia akan menanggung dosa orang yang mengikutinya :
" Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan memikul dosa-dosa orang yang mereka sesatkan, yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan) Q.S An-Nahl: 25"
Kehidupan kita didunia ini pasti akan meninggalkan dampak setelah kita mati dan meninggalkan jejak kebaikan atau keburukan.
Dampak inilah yang dimaksud dalam ayat :
"Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati, dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan, dan bekas-bekas (dampak) yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu perbuatan kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfudz) Q.S Yasin: 12"
2. Mengajarkan hal buruk dan memberikan contoh buruk.
Sebagaimana amal jariyah maka ada dosa jariyah, dalam hadits disebutkan
"Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan yang baik dalam islam maka baginya pahala dari perbuatannya itu dan dari orang yang melakukannya sesudah (mencontohnya) tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan yang buruk dalam islam maka baginya dosa dari perbuatannya itu dan dari orang yang melakukannya sesudah (mencontohnya) tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun"
Allah juga berfirman bahwa orang yang mengajarkan atau mencotohkan perbuatan dosa, ia akan menanggung dosa orang yang mengikutinya :
" Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan memikul dosa-dosa orang yang mereka sesatkan, yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan) Q.S An-Nahl: 25"
Kehidupan kita didunia ini pasti akan meninggalkan dampak setelah kita mati dan meninggalkan jejak kebaikan atau keburukan.
Dampak inilah yang dimaksud dalam ayat :
"Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati, dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan, dan bekas-bekas (dampak) yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu perbuatan kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfudz) Q.S Yasin: 12"